Selamat datang di website resmi Bank Lampung

Sabtu, 22 September 2018

Bank Lampung Cabang Bandarjaya Menyelenggarakan Program Enrollment

Beranda / Berita / Bank Lampung Cabang Bandarjaya Menyelenggarakan Program Enrollment

Bank Lampung Cabang Bandarjaya Menyelenggarakan Program Enrollment

Kamis, 13 September 2018

Saat ini perubahan tatakelola administrasi organisasi maupun perusahaan semakin cepat perubahahannya, hal tersebut didukung oleh kemajuan teknologi informasi dengan era digitalisasi dokumen.

PT Taspen sebagai pengelola Program Pensiun tentunya tidak lepas dari perubahan tersebut, mau tidak mau harus mengikuti perubahan dunia bisnis saat ini agar PT Taspen tetap menjadi satu-satunya pengelola Program Pensiunan bagi pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN).

 Tahun 2018 merupakan tahun digitalisasi bagi PT Taspen dengan diimplementasikannya Smart Card bagi penerima pensiunan yang dikelola oleh Bank Lampung. Untuk itu PT Taspen Bekerjasama dengan Bank Lampung Cabang Bandarjaya mengadakan Sosialisasi Implementasi Smart Card yang diawali dengan pendataan para penerima pensiunan atau dengan istilah populernya Enrollment Penerima Pensiunan, yang diselenggarakan di Halaman Kantor Bank Lampung Cabang Bandarjaya.

Pimpinan Bank Lampung Cabang Bandar Jaya, Lies Yulianty menyampaikan bahwa kegiatan enrollment bagi penerima pensiun akan dilaksanakan pada tanggal 13 September 2018, untuk wilayah kerja Bank Lampung Cabang Menggala dan Bank Lampung Cabang Kota Gajah.

“kegiatan enrollment ini sangat penting bagi bapak/ibu/sdr penerima pensiunan, karena dengan adanya pendataan tersebut maka seluruh penerima pensiunaan akan merasa mudah dalam hal pengurusan atau pelaporan keberadaan penerima pensiun. “Apabila Smart Card ini sudah diimplementasikan ,maka kami sebagai juru bayar pensiun tidak perlu lagi melaksanakan Layanan Kunjungan Nasabah, karena sudah bisa melakukan otentikasi melalui smartphone, dan pengambilan data para penerima pensiunan agar membawa dokumen seperti KARIP,KTP dan nantinya akan di enrollment adalah tiga item yaitu Sidik Jari, Suara dan Wajah.” ungkap Lies Yulianty.

Salah satu yang menarik dari kegiatan sosialisasi ini adalah masih banyaknya penerima pensiunan yang belum bisa Move On dengan kemajuan teknologi di eras digitalisasi ini. Sebagai contoh salah seorang penerima pensiun menyampaikan bahwa saya tidak mau pake ATM karena saya tidak bisa gunakan itu alat dan juga saya kuatir salah penggunaannya.

Tentunya banyak penerima pensiun yang sependapat dengan bapak tadi, namun hal tersebut tidak perlu kuatir, karena walaupun ada fasilitas ATM kantor kas juru bayar juga tetap buka untuk melayani para penerima pensiun.

Share this post on :