Selamat datang di website resmi Bank Lampung

Selasa, 19 Februari 2019

Eria Desomsoni, Saya Tetap Komit Bangun Bank Lampung

Beranda / Berita / Eria Desomsoni, Saya Tetap Komit Bangun Bank Lampung

Eria Desomsoni, Saya Tetap Komit Bangun Bank Lampung

Rabu, 06 Februari 2019

Direktur Utama Bank Lampung Eria Desomsoni klarifikasi terkait pencalonan dirinya menjadi salah satu dari 8 kandidat Dirut Bank Jawa Barat dan Banten (BJB). Orang nomor satu di Bank Lampung itu melamar dan telah menjalani beberapa tahapan di Bandung untuk bersaing memperebutkan kursi kepemimpinan Bank BJB.

Eria Desomsoni mengaku mengikuti seleksi pemilihan Direktur Utama BJB. Langkah kariernya tersebut setelah dia turut berkoordinasi bersama jajarannya di Bank Lampung dan para pemegang saham. "Hal ini juga sudah saya jelaskan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Lampung," kata dia di Kantor Bank Lampung, Rabu (6/2/2019).

"Saya melamar dan pesaingnya ada dari Bank Muamalat dan Standard Chartered. Sementara saya menjadi satu-satunya peserta yang berasal dari bank buku 1 dengan modal terendah. Memang, untuk menjadi kontestan dalam pencalonan ini butuh keberanian. Tapi, saya berpikir dengan kompetensi yang ada, saya punya peluang untuk memimpin BPD dalam buku 3 itu," ujarnya.

Menurutnya, keikutsertaan dirinya tidak mengabaikan tanggung jawabnya sebagai Dirut Bank Lampung. “Artinya selama saya masih di Bank Lampung seluruh tanggung jawab akan saya laksanakan secara totalitas, “ucapnya.

Disamping itu, pada kesempatan tersebut Eria Desomsoni juga memaparkan sejumlah capaian kinerjanya selama sekitar satu tahun menjabat Direktur Utama Bank Lampung.

Menurut Eria, sampai dengan tahun 2018 total aset Bank Lampung mencapai Rp. 7.4 triliun, mengalami kenaikan 23.76 % dari tahun 2017 yaitu Rp. 5.9 triliun.

Bila dibandingkan dengan target pencapaian rencana bisnis Bank Lampung tahun 2018 sebesar Rp. 7.3 triliun maka total aset mencapai 101.08 %.

Dia melanjutkan, untuk kredit pada tahun 2018 juga mengalami peningkatan. Tahun 2017 sebesar Rp. 4.1 triliun dan tahun 2018 Rp. 4.5 triliun.

“Dana pihak ketiga juga meningkat dari Rp. 4.2 triliun di tahun 2017 menjadi Rp. 4.6 triliun tahun2018,”jelasnya.

Share this post on :